Ketika manusia diciptakan, Tuhan menjanjikan segala keindahan isi bumi bagi mereka para penghuninya, dan itu nyata. Melihat tentang arti dari sebuah janji, seharusnya manusia bisa mengaplikasikanya dalam kehidupan nyata, dan bukan sebaliknya. Sebuah Negara besar yang dihuni jutaan penduduk, ribuan Km membentang wilayah Indonesia. Butuh figur pemimpin yang mumpuni, butuh sosok wakil yang berkompeten dalam segala bidang dan mampu menjadi kepanjangan tangan dari masyarakat yang memilihnya.
Berkaca dari masa lalu ketika musim pemilu, nada indah berkumandang dipenjuru negeri. Layaknya alunan musik slow rock yang mendayu dayu menerobos hingga relung jiwa, bertaburan janji jani bagai bunga di musim gugur. Tapi ternyata janjinya pun turut gugur seiring berjalanya waktu yang terhitung singkat dimulai saat janjinya terucap.
Dan itulah kenyataan yang ada saat ini, terlihat para anggota dewan sibuk menikmati fasilitas negara yang tersedia. Tanpa menyadari dari mana sumber harta itu ada, siapa yang menyediakanya, dan apa fungsi dari itu semua. Tutup mata tutup telinga melihat kondisi bosnya menderita demi sejengkal kehidupan. Kunjungan kerja keluar negeri nampak seperti alibi, tunjangan kerja untuk meningkatkan kinerja merupakan jurus utama demi menambah fasilitas kemewahan Istana Senayan.
Duduk di kursi empuk, ditemani semilir hembusan Ac seperti sebuah bujukan untuk melupakan tugas yang diemban, dan tertidur pulaslah yang terjadi. Diantara sesama elite politik, sebagian dari mereka tanpa malu memejamkan mata kala sidang berlangsug, ribuan aktivis berteriak tentang sebuah keadilan, tapi itu dianggap seperti sebuah dongeng pengantar menuju kealam mimpi. Lalu apa wujud dari janji yang dulu gencar diteriakan?? Sebuah tanda tanya besar, rakyat seperti dibodohi, rakyat yang tadinya berperan sebagai bos kini berubah menjadi budak dan mesin pencetak kemewahan.
Benarkah yang kau ucap dulu tak lebih berharga dari long longan anjing kudis dimalam hari?? Busuk jajimu, dan Hina sikapmu. Tak lebih baik dari seekor tikus got yang terlihat lemah, tapi mampu melemahkan, tak lebih baik dari seekor kucing yang terlihat polos tapi pandai mencuri, dan itulah kenyataanya.. Kapan Indonesia terbang tinggi bersama Garudanya, jika kutu kutu macam mereka masih tetap ada. Semoga Lekas Berlalu..........!!!!!!!!!!! Amiennnnnnn

like this
BalasHapusmakasih untuk atensinya,,, xixixixi... baru sempet bales
Hapus