Selasa, 03 Juli 2012

Permainan Gila Orang Gila


Teritung lebih dari 14 tahun peralihan orde pemerintahan menjadi era Reformasi di Indonesia. Harapan menjadi negara maju, bersih dari carut marut urusan KKN dan lebih memihak kepada kebebasan berpendapat oleh rakyat. Namun apa jadinya, peralihan masa Orde Baru menjadi era Reformasi bukan menjadi langkah yang tepat. Kerasnya kehidupan rakyat pinggiran menjadi hiburan kala penguasa penat menghitung harta. Konflik yang seharusnya dapat terselesaikan sengaja tak tersentuh demi memperpanjang program kerja yang mestinya telah usai. Dan yang paling sering terjadi adalah, semakin banyaknya penyalahgunaan kekuasaan demi kepentingan pribadi, bukankah itu menggembirakan???

Belum usai masalah pengusutan kasus Century yang mulai memudar, kelincahan gerak kaki dan otak Gayus dalam urusan pencucian uang dan pelarian dari penjara demi melepas kerinduan bersama kebebasan, proyek wisma atlit dan pengadaan mega proyek hambalang yang menyeret beberapa nama pejabat penting dan para petinggi partai. Dibalik itu semua, KPK harus bekerja ekstra menggunduli rambutnya sendiri demi berfikir bagaimana caranya kasus ini dapat terselesaikan.

Beberapa waktu yang lalu, penerus Gayus di kantor perpajakan mulai beraksi, dan beberapa diantaranya telah tertangkap basah ketika melakukan transaksi haram. Belum usai kerja pemberantas korupsi menangani kasus-kasus sebelumnya, muncul berita yang cukup mencengangkan. Proyek anggaran pengadaan kitab suci Al-Qur’an di kementerian Agama mulai mengudara ke permukaan.

Agama kok dipermainkan, kitab suci kok dibikin bahan korupsi, apa otak mereka sudah tidak berisi??????? Sungguh harta menjadi kaca mata yang membutakan, sungguh kekuasaan seperti catobat yang menulikan telinga.....

Seberapa hebat kekuasaan mereka didunia ini, seberapa hebat kekuatan mereka untuk mampu menghirup nafas dunia, seberapa tangguh fisik mereka untuk mampu menerima azab dari Tuhan??? Bukankan Agama itu merupakan jiwa manusia, hati manusia, dan tujuan hidup bagi manusia. Terlalu bengal mereka untuk sekedar mengerti...........!!!!!!!!

Kamis, 31 Mei 2012

Proyek Bejat

   
Polemik proyek pembangunan komplek olahraga Hambalang masih belum usai. Anggaran yang tadinya hanya sebesar Rp125 miliar guna pengadaan sekolah atlet semasa Kemenpora Adyaksa Daud, kini membengkak menjadi Rp1,2 triliun, dan berubah fungsi menjadi pusat olahraga setelah beralih tangan diera Kemenpora Andi Malarangeng. Pembangunan proyek diatas tanah seluas 32 hektare itu menyimpan banyak kejanggalan, hingga terselip indikasi permainan korupsi dikalangan elite negara. Proyek yang melibatkan beberapa nama seperti, mantan bendahara umun Demokrat Nazarudi, mantan Koordinator Anggaran Komisi Olahraga Angelina Sondakh, Menpora Andi Malarangeng, Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum ini masih belum jelas tentang statusnya. Meski telah memakan beberapa korban yang telah divonis hukuman penjara oleh hakim, namun hingga kini teka teki tentang keterlibatan oknum elite lainya masih menjadi misteri.
   Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itu pepatah yang cocok demi menggambarkan kondisi pemerintah saat ini. Proyek yang menelan uang hingga triliunan rupiah itu sampai sekarang masih jauh mendekati selesai, terlebih pekan lalu terjadi tragedi amblasnya tanah disekitar bangunan, dan ambruknya beberapa bangunan yang masih dalam proses penggarapan.
   Banyak spekulasi dan pertanyaan demi menanggapi kasus ini. Apa benar ada indikasi perbuatan korupsi dalam proyek super itu, apa ada pemangkasan anggaran oleh oknum bejat para pejabat guna merampas jatah pembangunan proyek hambalang. Dan jawaban dari semua itu adalah ADA. Lalu peristiwa yang terjadi pekan lalu terkait ambruknya beberapa bangunan yang sedang dalam penggarapan itu, siapa yang bertanggung jawab, pihak pemerintah atau pihak PT Adhi Karya dan para perusahaan pengikutnya.?? Apakah harus pemerintah lagi, setelah penggelontoran uang rakyat yang tidak jelas tadi. Apakah harus rakyat kembali yang merasa dirugikan?? Kenapa tidak sesekali perusahaan.

   Pusing kalo mikir masalah ginian terus, penyakit masyarakat akibat virus yang disebarkan oleh an**ng an**ng didalam sana. Kepandaian masyarakat mayoritas hanya sebatas melihat dan merasakan, tapi kepandaian mereka yang ada didalam sana semuanya adalah menyulap setiap keadaan.... dan itulah faktanya......!!!!!!!!!!!!

Rabu, 30 Mei 2012

Gubernur Minum BBM Jatah



Ditengah ramainya perbincangan membahas kondisi perekonomian dan rencana pembatasan BBM bersubsidi oleh para elite negara, terdapat cerita menyedihkan didalamnya. Kendaraan pribadi Gubernur Banten Ratu Utut Chosiyah, jenis sedan Lexus LX 460L bernomor polisi B 16 RAC kedapatan mengisi bahan bakar jenis premium di salah satu SPBU kota Serang, yang seharusnya diperuntukan bagi rakyat kurang mampu. Peristiwa yang sangat memprihatinkan mengingat kondisi keuangan negara yang semakin menipis, dan utang luar negeri yang semakin menggunung mencapai angka Rp 1.903 triliun hingga April 2012 lalu. Namun masih saja ada para pemimpin yang tidak mematuhi peraturan yang telah mereka sepakati sendiri, terkait sosialisasi tentang penghematan sumber energi.



Pada saat membahas tentang Gerakan Nasional Penghematan Penggunaan Energi di Istana Negara Selasa 29 Mei lalu, SBY dalam pidatonya menyampaikan. Melonjaknya jumlah utang luar negeri tidak lain karena tingginya anggaran subsidi bagi pengguna BBM jenis premium yang semakin meningkat tajam. Meski sebenarnya ada hal lain yang dapat mempengaruhi tingginya anggaran BBM, salah satunya adalah tingginya harga minyak Dunia. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh daya guna atau permintaan yang semakin meningkat. Berbagai upaya dalam mengatasi kesulitan ini masih menjadi bahan diskusi bagi para penguasa negeri.


Namun jika dikaitkan dengan peristiwa yang dijalani oleh Ratu Utut yang notabanenya adalah seorang Gubernur, tapi masih saja menggunakan premium. Pidato SBY selasa lalu seperti hanya sebuah pidato saja, tidak ada indikasi untuk mematuhi peraturan yang telah mereka tetapkan sendiri. Tindakan yang seharusnya tidak perlu terjadi, terlebih mereka adalah pelayan publik, teladan publik, dan seharusnya mereka mampu memberi contoh sesuai dengan apa yang telah mereka sosialisasikan sendiri.

Korupsikah ini, Kolusikah ini, Atau Nepotismekah ini,??? Tanda tanya besar yang hingga kini belum terjawab. Jika dengan hal tersebut Ratu dianggap melakukan tindakan KKN, lalu dimanakah letak kesalahanya. Apa ini hanya potret kenyataan tentang makna sebuah etika sebagai seorang pemimpin..??




http://id.berita.yahoo.com/mobil-gubernur-atut-pakai-bbm-subsidi-120019732.html

Minggu, 20 Mei 2012

Politik Uang dan Kekuasaan Keluarga

Meski pemilu pilpres 2014 masih lama, namun beberapa partai politik telah menyibukan diri mempersiapkan figur yang mereka anggap layak memimpin negara. Berbekal kemampuan yang belum banyak diketahui masyarakat, namun para calon Presiden itu terlalu yakin bisa menjadi yang terbaik. Apakah terbaik untuk negaranya, atau terbaik hanya untuk dirinya sendiri.??
Tidaklah Dosa jika mereka tetap memilih maju mencadi calon, toh mereka juga warga negara Indonesia yang diakui.  Tapi bukankah suatu kesan memaksakan kehendak jika dimata masyarakat figur mereka dipertanyakan, dan mereka tidak perduli itu. Salah satu contoh mungkin calon dari partai berlambang beringin Aburizal Bakrie (Ical). Tidak ada yang meragukan kemampuanya dibidang ekonomi, terlebih dia merupakan salah satu pengusaha tersukses tanah air,dia juga pakarnya dibidang politik, terbukti dia sukses terpilih menjadi ketua umum Golkar, bukan tidak mungkin pula dia mampu membawa Indonesia berjaya.
Tapi apakah cukup semua itu digunakan sebagai modal untuk menjadi pemimpin negeri, terlebih tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan tentang tanggung jawabnya yang hingga kini masih belum bisa mengatasi polemik Lumpur Lapindo miliknya, yang merugikan penduduk Sidoharjo hingga triliyunan rupiah. Terselip pula isu yang menyebutkan Ical adalah salah satu pengusaha yang hobi bermain bain dengan urusan perpajakan. Bukankah itu merupakan kesan buruk yang hingga saat ini masih melekat dipundaknya. Oleh sebab itu, tidak dapat disalahkan pula jika ada yang beranggapan pencalonan Ical merupakan sikap memaksakan diri. Karena memang dari pembangunan citranya sudah salah, dan semua itu terkesan seperti permainan politik uang yang menguntungkan kalangan tertentu.
Sama halnya dengan rencana pencalonan Ani Yudoyono sebagai calon Presiden 2014 oleh Partai Demokrat. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan besar dikalangan pengamat politik, terlebih masyarakat yang hingga kini masih jauh dari zona kesejahteraan. Berbekal kemampuan yang belum jelas dimata publik, para kader Demokrat tetap yakin berencana mendorong istri Presiden SBY itu untuk tetap maju menjadi calon Presiden di pemilu mendatang. Apa tidak ada calon lain yang lebih layak, apa memang Demokrat sengaja mengambil keuntungan, terlebih Ani merupakan istri dari SBY yang pada pemilu 2009 lalu kembali sukses mengeruk suara melimpah dan mengantarkanya kembali terpilih menjadi Presiden untuk kedua kalinya.
Hal ini sedikit banyak menimbulkan anggapan, politik partai Demokrat adalah Politik Keluarga. Edi Baskoro Yudoyono merupakan Sekjen partai, Ani Yudoyono adalah mantan wakil Ketua Umu partai, SBY sendiri adalah Ketua Dewan Pembina partai. Hal ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Ketua Umum PDIP Mega Wati Soekarno Putri yang sebagian besar anggota keluarganya merupakan pengurus partai. Tapi langkah pencalonan Ani sebagai Capres menimbulkan anggapan, dan menjadi perhatian tersendiri, terlebih saat ini Demokrat sedang dipusingkan oleh ulah para kadernya yang tersandung kasus korupsi. Apakah SBY dan Demokrat berencana mewariskan kekuasaan ketangan istrinya, demi keuntungan kalangan tertentu. Atau memang tidak ada figur lain dalam tubuh Demokrat yang dianggap pantas maju menjadi Capres 2014 mendatang..

Jumat, 18 Mei 2012

Keuntungan Dibalik Petaka Sukoi SJ 100


Rabu 9 Mei 2012 merupakan hari yang paling menyedihkan bagi dunia penerbangan indonesia tahun ini. Sebuah pesawat super canggih buatan Rusia mengalami bencana setelah memberi salam perkenalan di udara Indonesia saat melintasi Gunung Salak Bogor. Salam perkenalan itu berujung petaka sesaat setelah take off meninggalkan bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta sekitar pukul 14.21 Wib, dan sekitar 12 menit kemudian pesawat mulai kehilangan kontak. Berdasarkan data KNKT, sebelum terjadi kecelakaan pilot sempat meminta merendahkan penerbangan dari ketinggian 10.000 feet atau 3.048 meter menjadi 6.000 feet atau 1.829 meter kepada Air Traffic Controller (ATC). Hal inilah yang kini menjadi spekulasi dan opini masyarakat terkait kecelakaan yang terjadi.
Sekedar mengingatkan, pesawat Sukoi SJ 100 merupakan pesawat komersil pertama yang diproduksi oleh produsen pesawat tempur Sukoi yang berasal dari Rusia. Hal ini menjadi perhatian bagi dunia penerbangan, melihat Sukoi merupakan salah satu pesawat tercanggih abad ini. Dengan adanya kecelakaan ini menjadi pukulan telak bagi produsen pesawat asal Rusia tersebut.
Dibalik tragedi berdarah yang menelan korban sekitar 45 orang tersebut, sedikit banyak mampu mengalihkan perhatian masyarakat dari berbagai kasus korupsi yang hingga kini masih menjadi PR besar pemerintah. Terbaginya fokus media untuk terus memberi kabar terkini terkait kecelakaan SSJ 100, menjadi berkah tersendiri bagi para tersangka pelaku korupsi yang masih belum mendapatkan fonis penahanan.
Banyak spekulasi publik dengan adanya kecelakaan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para politikus penguasa negeri yang tersandung kasus korupsi, agar bisa terbebas dari jeratan hukum yang mengintai. Kekawatiran ini tidak lepas dari fokus media yang awalnya secara intens mengawal perkembangan kasus korupsi yang sedang dibasmi oleh KPK. Dengan terbaginya fokus media untuk mengawal perkembangan penyakit yang menyerang sebagian besar penguasa negeri ini, dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai macam negosiasi antara tersangka dengan para penagak hukum yang imbasnya merupakan kebebasan atau hanya pengurangan hukuman.
Ketakutan ini mungkin saja terjadi, terlebih para perampok uang rakyat tersebut merupakan orang-orang pintar yang memiliki segudang ide brilyan dan mampu menciptakan berbagai kemungkinan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri. Dengan nominal harta yang melimpah bukan tidak mungkin mereka akan mampu menutup mulut para penegak hukum untuk tidak mengeluarkan vonis bersalah baginya.
Kecurigaan ini bukan tidak mendasar, terlebih memang benar sebagian besar masyarakat hanya dihidangi perkembangan tentang seputar kecelakaan SSJ 100 oleh media. Salah satu contoh, masyarakat hingga kini belum tau tentang kepastian hukum Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang diduga terkait dengan beberapa kasus korupsi yang melibatkan M Nazarudin dan Angelina Sondakh yang kini telah diadili. Tidak banyak pula masyarakat yang mengetahui tentang kasus korupsi yang dilakukan mantan Direktur Utama TVRI Sumita Tobing, yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 1.7 miliar.

Sabtu, 12 Mei 2012

Srikandi Kelaparan

Cantik, berwawasan luas, sempurna sosok srikandi senayan yang pernah menyandang putri Indonesia ini. Dengan senyum merona, sangat sulit bagi kaum pria untuk tidak tergoda. Berbanding terbalik dengan fisik yang nyaris menyerupai bidadari, tingkah lakunya sulit dipahami. Bergabung dengan partai penguasa, seharusnya dia bisa menjelma menjadi peri baik yang suka menolong, bukanya menjadi spesialis dalam bidang pencurian. Berbagai kasus melilit, korupsi menjadi santapan sehari hari, bukankah itu sikap yang sungguh tidak terpuji?? Sadarlah ibu Angelina Sondakh, anda bukan hanya menjadi kehormatan keluarga, tapi juga menjadi kehormatan Negara. Slogan anti korupsi yang sering anda teriakan, bukankah itu sia sia, hanya kedok dibalik sifat jahatmu, seperti srikandi kelaparan yang selalu siap menerkam mangsa empuk diantara cek bernominal ganda.
Sekarang kau menjadi penghuni ke 2 di balik dinding besi KPK, semoga kau sanggup menerima keadaan yang nyata ini. Berfikirlah didalam sana, tentang apa yg telah kau perbuat selama ini. Semoga kelak jika kau kembali, mulailah semua itu dari dalam hati.

Jumat, 11 Mei 2012

Janji Sesat



Ketika manusia diciptakan, Tuhan menjanjikan segala keindahan isi bumi bagi mereka para penghuninya, dan itu nyata. Melihat tentang arti dari sebuah janji, seharusnya manusia bisa mengaplikasikanya dalam kehidupan nyata, dan bukan sebaliknya. Sebuah Negara besar yang dihuni jutaan penduduk, ribuan Km membentang wilayah Indonesia. Butuh figur pemimpin yang mumpuni, butuh sosok wakil yang berkompeten dalam segala bidang dan mampu menjadi kepanjangan tangan dari masyarakat yang memilihnya.
Berkaca dari masa lalu ketika musim pemilu, nada indah berkumandang dipenjuru negeri. Layaknya alunan musik slow rock yang mendayu dayu menerobos hingga relung jiwa, bertaburan janji jani bagai bunga di musim gugur. Tapi ternyata janjinya pun turut gugur seiring berjalanya waktu yang terhitung singkat dimulai saat janjinya terucap.
Dan itulah kenyataan yang ada saat ini, terlihat para anggota dewan sibuk menikmati fasilitas negara yang tersedia. Tanpa menyadari dari mana sumber harta itu ada, siapa yang menyediakanya, dan apa fungsi dari itu semua. Tutup mata tutup telinga melihat kondisi bosnya menderita demi sejengkal kehidupan. Kunjungan kerja keluar negeri nampak seperti alibi, tunjangan kerja untuk meningkatkan kinerja merupakan jurus utama demi menambah fasilitas kemewahan Istana Senayan.
Duduk di kursi empuk, ditemani semilir hembusan Ac seperti sebuah bujukan untuk melupakan tugas yang diemban, dan tertidur pulaslah yang terjadi. Diantara sesama elite politik, sebagian dari mereka tanpa malu memejamkan mata kala sidang berlangsug, ribuan aktivis berteriak tentang sebuah keadilan, tapi itu dianggap seperti sebuah dongeng pengantar menuju kealam mimpi. Lalu apa wujud dari janji yang dulu gencar diteriakan?? Sebuah tanda tanya besar, rakyat seperti dibodohi, rakyat yang tadinya berperan sebagai bos kini berubah menjadi budak dan mesin pencetak kemewahan.
Benarkah yang kau ucap dulu tak lebih berharga dari long longan anjing kudis dimalam hari?? Busuk jajimu, dan Hina sikapmu. Tak lebih baik dari seekor tikus got yang terlihat lemah, tapi mampu melemahkan, tak lebih baik dari seekor kucing yang terlihat polos tapi pandai mencuri, dan itulah kenyataanya.. Kapan Indonesia terbang tinggi bersama Garudanya, jika kutu kutu macam mereka masih tetap ada. Semoga Lekas Berlalu..........!!!!!!!!!!! Amiennnnnnn