Kamis, 31 Mei 2012

Proyek Bejat

   
Polemik proyek pembangunan komplek olahraga Hambalang masih belum usai. Anggaran yang tadinya hanya sebesar Rp125 miliar guna pengadaan sekolah atlet semasa Kemenpora Adyaksa Daud, kini membengkak menjadi Rp1,2 triliun, dan berubah fungsi menjadi pusat olahraga setelah beralih tangan diera Kemenpora Andi Malarangeng. Pembangunan proyek diatas tanah seluas 32 hektare itu menyimpan banyak kejanggalan, hingga terselip indikasi permainan korupsi dikalangan elite negara. Proyek yang melibatkan beberapa nama seperti, mantan bendahara umun Demokrat Nazarudi, mantan Koordinator Anggaran Komisi Olahraga Angelina Sondakh, Menpora Andi Malarangeng, Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum ini masih belum jelas tentang statusnya. Meski telah memakan beberapa korban yang telah divonis hukuman penjara oleh hakim, namun hingga kini teka teki tentang keterlibatan oknum elite lainya masih menjadi misteri.
   Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itu pepatah yang cocok demi menggambarkan kondisi pemerintah saat ini. Proyek yang menelan uang hingga triliunan rupiah itu sampai sekarang masih jauh mendekati selesai, terlebih pekan lalu terjadi tragedi amblasnya tanah disekitar bangunan, dan ambruknya beberapa bangunan yang masih dalam proses penggarapan.
   Banyak spekulasi dan pertanyaan demi menanggapi kasus ini. Apa benar ada indikasi perbuatan korupsi dalam proyek super itu, apa ada pemangkasan anggaran oleh oknum bejat para pejabat guna merampas jatah pembangunan proyek hambalang. Dan jawaban dari semua itu adalah ADA. Lalu peristiwa yang terjadi pekan lalu terkait ambruknya beberapa bangunan yang sedang dalam penggarapan itu, siapa yang bertanggung jawab, pihak pemerintah atau pihak PT Adhi Karya dan para perusahaan pengikutnya.?? Apakah harus pemerintah lagi, setelah penggelontoran uang rakyat yang tidak jelas tadi. Apakah harus rakyat kembali yang merasa dirugikan?? Kenapa tidak sesekali perusahaan.

   Pusing kalo mikir masalah ginian terus, penyakit masyarakat akibat virus yang disebarkan oleh an**ng an**ng didalam sana. Kepandaian masyarakat mayoritas hanya sebatas melihat dan merasakan, tapi kepandaian mereka yang ada didalam sana semuanya adalah menyulap setiap keadaan.... dan itulah faktanya......!!!!!!!!!!!!

2 komentar:

  1. keep on writing. perbanyak jalan-jalan ke blog lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu, ini udah mulai sneng baca2 berita lagi buat referensi

      Hapus